Tutorial DJ Indonesia part.1

DJ Tatiana Fontes(pic 11,2011)

Berawal dari susahnya mencari tutorial DJ berbahasa Indonesia terutama seputar digital DJ dan controllerism, akhirnya memutuskan untuk menulis beberapa serial mengenai DJing, Contollerism dan sedikit mengenai Produksi musik dengan harapan bisa mendapatkan rekan dengan antusiasme yang sama, belajar sekaligus berbagi. Ada mimpi bahwa di kemudian hari dunia kreatif music elektronik di Indonesia semakin seru dari sebelumnya yang cenderung minim publikasi. Seiring perkembangan tekhnologi dan trend dalam bermusik, banyak tekhnik2 baru dan alat alat baru yang digunakan. Jika anda ingin menjadi DJ/electronic live performer maka penting untuk mengetahui update dari hal hal tersebut. Tulisan kali ini akan mengkover beberapa hal penting yang perlu dipahami sebelum anda mulai belajar DJing.

Perbedaan DJ dan Producer 

Ada banyak orang yang salah kaprah antara DJ dan producer. DJ (singkatan dari Disc Jockey) adalah istilah untuk orang yang mengoperasikan music dan menyuguhkannya kepada audience, entah itu di radio atau secara live. Tugas Utama DJ adalah mengoperasikan lagu, menyuguhkan lagu secara terus menerus dan menjaga crowd sebisa mungkin tidak bubar. Itulah kenapa transisi antar lagu harus sehalus atau semenarik mungkin agar mood pendengar tidak bosan. Disisi lain, Producer adalah mereka yang memproduksi lagu. Dewasa ini banyak DJ yang juga sekaligus producer dan membawakan lagu lagu mereka sendiri yang sudah dibuat. Hampir semua DJ terkenal adalah producer yang membuat lagu, dan itulah kenapa dewasa ini sebutan DJ tidak lagi digunakan untuk Skrillex, Deadmau5, David Guetta, Rusko, Calvin Harris, Tiesto, dll karena posisi mereka lebih sebagai Producer daripada DJ. Jika anda ingin membuat lagu, maka pelajarilah software DAW (Digital Audio Workstasion) semacam reaper, logic, pro tools, renoise, garage band, dan lain sebagainya. Jika anda ingin menjadi DJ maka ada beberapa rute yang bisa anda pelajari, tergantung preferensi jenis musik dan alat yang digunakan.

Sebelum mempelajari lebih detail mengenai DJing sesuai style, musik, dan rute alat yang dipilih, berikut adalah beberapa pengetahuan standar yang perlu anda pahami:
1. Pemahaman mengenai BPM (Beat per minute)

Normalnya Musik dewasa ini, khususnya elektronik musik selalu dalam signature 4/4. Ada ketukan konstan dimana lagu umumnya berubah setiap kelipatan 4 ketukan. Hitunglah jumlah ketukan itu dalam satu menit, mka akan ketahuan berapa BPMnya. Jika anda ingin transisi antara lagu lebih smooth, maka sangat disarankan anda memilih lagu dengan BPM yang tidak jauh berbeda agar mudah disesuaikan. Pahami juga bahwa kebanyakan dance music memiliki BPM 140, kebanyakan house, techno, progresif berada di 128 BPM.

2. Pemahaman mengenai Beatmatching

Ini adalah kemampuan esensial seorang DJ. Beatmatching adalah membuat beat satu lagu dengan lagu lainnya selaras sehingga bisa dijalankan bersamaan. Ibarat ada dua mobil berjalan hampir bersamaan, kita perlu membuat keduanya berjalan pas sejajar. Kesulitannya terletak pada fakta bahwa kita tidak melihatnya, kita mendengar. Bedakan lagu mana yang sedang berjalan dan lagu mana yang kita persiapkan. Itulah kenapa banyak DJ mendengarkan hanya dengan sebelah headphone untuk membantu membedakannya dengan masing masing telinga. Beatmatching dilakukan dengan mengatur kecepatan lagu sehingga BPMnya sesuai. Ini perlu latihan. Namun dewasa ini seiring majunya tekhnologi digital, ada tombol sync yang siap digunakan untuk melakukan beatmatching otomatis. Akan tetapi hampir semua DJ sepakat bahwa satu satunya alat yang perlu ktia percyai adalah telinga kita sendiri sehingga kemampuan melakukan beatmatching manual sangatlah penting.

3. Istilah2 DJ seperti cue, loop, EQ, crossfader, keylock, dll.

Apapun alat yang anda gunkan untuk Djing, istilah istilah seperti cue, loop, dll perlu dimengerti. Pelajari arti dari istilah2 tersebut.

4. Pemahaman mengenai harmonic mixing

Meskipun apakah nantinya digunakan atau tidak itu terserah anda, harmonic mixing layak dipelajari untuk memastikan lagu yang anda mix tidak terdengar sumbang. Secara prinsipnya, anda mencari tau nada dasar dari setiap lagu yang anda miliki dan lalu menggunakan camelot wheel untuk mengetahui lagu mana saja yang cocok satu sama lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s